Journal Gamas

Label


lisensi

Red
Desember 22, 2025, 21.43 WIB
Last Updated 2025-12-22T14:43:31Z
HeadlineNasional

DAN-RI: Hoaks di Tengah Bencana Adalah Perbuatan Melawan Kemanusiaan

Advertisement

JAKARTA - JOURNALGAMAS.COM,-
Dewan Adat Nasional Republik Indonesia (DAN-RI) menegaskan bahwa penyebaran informasi palsu atau hoaks di tengah situasi bencana merupakan perbuatan yang melanggar nilai-nilai kemanusiaan dan dapat berdampak serius terhadap kondisi sosial masyarakat terdampak.

Sekretaris Jenderal DAN-RI, Sultan Malik Samudera Pasai As Syarif Teuku Haji Badruddin Syah Zhillulah Fil’Alam, mengatakan bahwa dalam kondisi bencana, masyarakat membutuhkan informasi yang akurat, menenangkan, dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan narasi menyesatkan yang memicu kepanikan.

“Dalam situasi bencana, penyebaran hoaks bukan sekadar kesalahan informasi, tetapi sudah masuk kategori perbuatan melawan kemanusiaan karena dapat menimbulkan keresahan, kepanikan, serta menghambat proses penanganan dan pemulihan,” kata Sultan Malik dalam keterangannya, [hari, tanggal].

Sultan Malik Samudera Pasai As Syarif Teuku Haji Badruddin Syah Zhillulah Fil’Alam menegaskan bahwa aparat penegak hukum (APH) perlu bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang dengan sengaja menyebarkan berita palsu di tengah kondisi darurat.

“Pelaku penyebaran hoaks wajib diproses secara hukum sebagai bentuk pembelajaran publik dan penegakan hukum yang adil, agar ruang informasi tidak disalahgunakan,” ujarnya.

Menurut Sultan Malik, pemberitaan dan konten kebencanaan harus disampaikan secara fair, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan, dengan merujuk pada sumber resmi pemerintah dan otoritas terkait.

“Informasi yang tidak terverifikasi hanya akan memperkeruh keadaan dan merugikan masyarakat. Media, influencer, dan konten kreator memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga ketenangan publik,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Indonesia sebagai negara besar dan berdaulat memiliki mekanisme hukum, institusi negara, serta nilai adat dan Pancasila yang kuat dalam menghadapi bencana. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa diminta menjaga kondusivitas dan solidaritas nasional.

“Di tengah bencana, yang harus dikedepankan adalah kemanusiaan, persatuan, dan gotong royong. Hentikan hoaks dan jaga ruang publik tetap sehat,” tutupnya.


/Moris