Advertisement
KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,- Terkait ijin perluasan pembangunan perluasan lahan pengusaha di lereng Gunung Ciremai, Arunika Puspita Grup. menurut Bupati kita mengacu kepada FKPRD, Pak Usep sebagai anggota FKPRD DLH, kemarin menyampaikan Harus dilengkapi doklinnya. Salah satunya terkait Ijin itu kemungkinannya terkait juga dengan Amdal, Karena Amdal, itu kewenangannya ada di pusat dan itu harus ditempuh.
Kata Bupati Kuningan DR H. Dian Rachmat Yanuar saat ditemui media ini Senin siang (8/12/2025) usai acara Rakor Antar Perangkat Daerah Dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan, di Diva Pujasera BUMDes Mustika Jaya Desa Kasturi, Kecamatan Kramatmulya.
Setelah Perijinan lengkap apakah perluasan pembangunan pengusaha dilereng Gunung Ciremai mau dilajutkan? "Ya kita lihat hasil di Amdalnya, Amdal itu kan hasil kajian konfrehensif bagaimana. Kan Amdal itu kajiannya menyeluruh, kita menunggu, tapi yang pasti kemarin sudah koordinasi dengan petugas di lapangan dari tim kita dari tim mereka kita menghentikan dulu aktifitasnya dengan menarik alat berat. Mereka juga akomodatof kok.
Malah kemarin juga, lanjut Bupati Dian, saya mohon untuk dilanjutkan reboesasi menanam pohon akibat dari pembukaan lahan itu, Saya sudah menugaskan untuk mengawasi itu, setelah penyampaian dari PUTR kadis DLH makanya Saya menghetikan dulu aktifitasnya untuk sementara.
Di lereng Gunung Ciremai sekarang nyaris beralih fungsi dari hutan lindung kini menjadi hutan beton akibat dari bemunculanya berbagai bangunan Permanen komersil milik investor atau pengusaha ternama? "Makanya itu, kan Saya baru bekerja antara 6 bulan 7 bulan dengan persoalan menumpuk begini kita urai satu persatu, salah satunya Saya ingin ada audit lingkungan srcara konfrehensif kan anggarannya juga tidak sedikit.
Saya sudah memanggil kepala BPKAD audit lingkungan ini akan dilakukan secara menyeluruh akan dijadikan kebijakan kita untuk lebih lanjut, Saya ingin menggahas audit lingkungan menyeluruh khususnya Kuningan Barat Kawasan Gunung Ciremai ini untuk referensi kita untuk melahirkan kebijakan kita selanjutnya.
Terkait dengan adanya rasa kekhawatiran akan menimbulkan bencana longsoran tanah yang mengakibatkan banjir lumpur dan martial pegunungan. Bupati menyebut pihaknya telah berkomunikasi dengan Hiberner. Kita telah melakukan komunikasi dengan pak Gubernur, "Pak Gubernur juga memberikan perhatian. Pak Bupati coba itu ditindaklanjuti diselesaikan, kalau itu melanggar aturan diberhentikan, kalau tidak ya proporsional," tutur Bupati Dian menirukan percakannya dengan Gubernur. Saya juga memahami reaksi masyarat, itu respon yang harus ditindaklanjuti, imbuhnya.
/Mans


