Journal Gamas

Label


lisensi

Red
Desember 02, 2025, 07.53 WIB
Last Updated 2025-12-02T00:53:57Z
HeadlineSosial

Aktivis Keumatan Kuningan Bersiap Ikuti Reuni 212, Tekankan Ukhuwah dan Dukungan untuk Palestina

Advertisement

KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,-
Menjelang pelaksanaan Reuni 212 tahun 2025, berbagai elemen aktivis keumatan dari Kabupaten Kuningan tengah memantapkan persiapan untuk menghadiri gelaran yang rencananya dilangsungkan di Silang Monas, Jakarta, pada Selasa (2/12/2025). Meski telah memasuki tahun kedelapan sejak momentum awalnya, antusiasme dan kekhidmatan peserta dari daerah tetap terjaga.

Reuni 212 tahun ini memiliki konsep berbeda dari gelaran sebelumnya. Jika sebelumnya kegiatan berlangsung sejak pagi, panitia kini menjadwalkan rangkaian acara dimulai pada sore hari. Kegiatan akan diawali dengan salat Maghrib berjamaah sebelum acara inti digelar.

“Pertimbangan waktu ini penting. Selain untuk menjaga kenyamanan peserta, kami ingin memastikan mobilitas warga Jakarta pada jam kerja tidak terganggu. Reuni 212 harus tetap tertib, damai, dan penuh keberkahan,” ujar Ustadz Luqman Maulana, aktivis sosial-keagamaan sekaligus koordinator keberangkatan Aliansi Persaudaraan Islam Kuningan (APIK).

Pada tahun ini, pola keberangkatan peserta dari Kuningan juga berubah. Tidak menggunakan sistem pemberangkatan terpusat seperti beberapa tahun sebelumnya, para aktivis memilih metode pemberangkatan mandiri sesuai wilayah dan moda transportasi yang tersedia.

Menurut Ustadz Luqman, keputusan ini diambil demi efektivitas dan efisiensi waktu. “Struktur masyarakat kita beragam. Ada yang berkelompok kecil di desa, ada komunitas besar di wilayah perkotaan. Dengan skema ini, masyarakat dapat memilih moda transportasi yang paling sesuai,” ujarnya.

Salah satu kelompok yang melakukan pengorganisasian keberangkatan adalah APIK, yang membuka pendaftaran penggunaan satu unit bus dengan titik kumpul di Masjid Syiarul Islam Kuningan, berangkat pukul 10.00 WIB. Sejumlah aktivis lainnya memilih titik keberangkatan berbeda, seperti kawasan Ancaran, sementara sebagian peserta memilih menggunakan motor, mobil keluarga, hingga kereta api.

“Yang terpenting, semuanya dimudahkan. Semua jalur diperbolehkan selama tetap menjaga keamanan, ketertiban, dan niat ibadah,” tambahnya.

Reuni 212 tahun ini bukan hanya ruang konsolidasi gerakan moral, tetapi juga momentum memperkuat ukhuwah islamiah. Bagi aktivis keumatan dari Kuningan, reuni menjadi simbol persaudaraan dan kepedulian sosial yang harus terus dipelihara.

“Reuni 212 bukan sekadar berkumpul, tetapi upaya merawat akhlak serta menjaga NKRI agar tetap berada di jalur konstitusi dan nilai-nilai kebenaran. Revolusi akhlak harus terus digaungkan, terutama di tengah tantangan bangsa saat ini,” tegas Ustadz Luqman.

Isu Palestina turut mendapat perhatian khusus. Para peserta memandang situasi kemanusiaan di Palestina sebagai panggilan solidaritas umat Muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tahun ini, Reuni 212 juga diproyeksikan menjadi ruang ekspresi kepedulian bagi rakyat Palestina.

“Kami ingin suara masyarakat Kuningan ikut menggema di Monas. Palestina bukan sekadar isu global, tetapi panggilan nurani umat beriman,” ujarnya.

Dengan berbagai persiapan tersebut, para aktivis keumatan Kuningan menyambut Reuni 212 sebagai rangkaian ibadah sekaligus perjuangan moral. Mereka berharap gelaran tahun ini berlangsung damai, tertib, serta mampu memperkuat energi persaudaraan umat.

“Semoga Allah menjaga langkah kita dan menjadikan Reuni 212 sebagai momentum memperbaiki diri serta menegakkan nilai-nilai kebenaran,” tutup Ustadz Luqman.

/Moris