Journal Gamas

Label


lisensi

Red
November 28, 2025, 10.00 WIB
Last Updated 2025-11-28T03:00:25Z
HeadlineSosial

Ketua Apdesi Kuningan, H. Henny Rodiana Sampaikan Duka Mendalam dan Kenangan Pribadi atas Wafatnya Ayahanda Bupati

Advertisement

KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,-
Rasa duka mendalam turut dirasakan Ketua DPC Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Kuningan, H. Henny Rodiana, SH., S.Sos., M.Si., NL.P., atas wafatnya ayahanda Bupati Kuningan, Drs. H. Sukardi Kartapermata. Henny menyampaikan belasungkawa tersebut saat ditemui wartawan pada Kamis (27/11/2025).

Dalam keterangannya, Henny menuturkan bahwa kepergian almarhum bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga besar Bupati Kuningan, tetapi juga bagi banyak pihak yang pernah mengenal sosoknya. Menurutnya, almarhum merupakan pribadi yang bijaksana, bersahaja, dan sangat dihormati, baik dalam lingkungan pemerintahan maupun di tengah masyarakat.

“Atas nama keluarga besar APDESI Kabupaten Kuningan, kami turut berduka sedalam-dalamnya. Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta kesabaran,” ungkapnya.

Tidak hanya menyampaikan ucapan belasungkawa, Henny juga mengenang secara pribadi kedekatannya dengan almarhum. Ia menceritakan bahwa pada masa SMA, Drs. H. Sukardi Kartapermata merupakan kepala sekolah yang tidak hanya dihormati, tetapi juga disayangi oleh para siswa, termasuk dirinya.

“Beliau adalah sosok seorang bapak dan pemimpin yang sangat bijak. Pada masa SMA dulu, beliau adalah kepala sekolah yang sangat kami cintai. Beliau selalu senang melihat kami, terutama ketika saya dan teman-teman OSIS meraih berbagai prestasi, baik dalam seni maupun olahraga,” ujar Henny.

Dengan nada haru, Henny menambahkan bahwa dirinya saat itu dikenal tomboy dan aktif dalam banyak kegiatan sekolah. Ia sering mewakili sekolah dalam olahraga seperti voli dan sepak bola putri, serta kerap mengikuti lomba menyanyi solo maupun grup volksong. Namun, di balik aktivitasnya yang padat dan sifatnya yang tegas, ia mengakui kerap membuat almarhum memanggilnya untuk memberi nasihat.

“Saya dulu sangat tomboy dan tidak jarang berantem ketika saya atau sahabat perempuan saya diganggu. Almarhum sering memanggil saya, menasihati saya dengan penuh kebijaksanaan. Beliau ingin saya tetap fokus pada prestasi, bukan pada hal-hal yang bisa merugikan diri sendiri. Saya sangat mengingat itu sampai sekarang,” kenangnya.

Henny juga mengatakan bahwa rasa hormat dan kasih sayang kepada almarhum tidak pernah pudar, bahkan hingga masa-masa terakhir sebelum almarhum sakit. Ia bersama beberapa rekan masih sering mengunjungi beliau di kediamannya, baik dalam keadaan sehat maupun ketika kondisi kesehatannya menurun.

“Kami semua sangat menyayangi beliau. Dari masa beliau sehat sampai detik-detik beliau sakit, kami tetap berusaha meluangkan waktu untuk menjenguk. Sosok beliau begitu membekas dalam perjalanan hidup kami,” ucap Henny dengan penuh haru.

Ungkapan duka dan kenangan mendalam dari Henny tidak hanya menjadi bentuk penghormatan, tetapi juga wujud solidaritas dari jajaran APDESI Kabupaten Kuningan kepada keluarga besar Bupati Kuningan yang tengah berduka atas kepergian sosok panutan tersebut.

/Moris