Journal Gamas

Label


lisensi

Red
November 11, 2025, 09.49 WIB
Last Updated 2025-11-11T02:49:28Z
HeadlinePendidikan

Diduga Banyak Kejanggalan, CV Amanah Putra Hasma Hindari Konfirmasi Wartawan Soal Proyek SLBN Luragung

Advertisement

KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,-
Pembangunan ruang kelas di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Luragung, Kabupaten Kuningan, yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2025 dengan nilai mencapai Rp1.984.107.016,29, menuai sorotan publik. Proyek pembangunan yang mencakup 6 ruang kelas dan 2 ruang vokasi tersebut dilaksanakan oleh pihak ketiga, CV Amanah Putra Hasma. Namun, proyek ini diduga kuat menyimpan sejumlah penyimpangan.

Berdasarkan hasil penelusuran dan pengecekan di lapangan oleh awak media, ditemukan beberapa kejanggalan. Di antaranya, tidak tercantumnya batas waktu (deadline) pelaksanaan pada papan informasi proyek, minimnya pengawasan dari konsultan pengawas, serta tidak terpampangnya spesifikasi gambar dan petunjuk teknis (juklak-juknis) di lokasi pekerjaan.

Lebih lanjut, informasi yang diterima menyebutkan bahwa pekerjaan di lapangan diduga diborongkan kembali kepada pihak mandor, yang menimbulkan pertanyaan terkait kualitas dan akuntabilitas pelaksanaan proyek tersebut.

Sopiyan, yang bertugas di bagian logistik dan pengadaan material di lokasi proyek, saat dikonfirmasi awak media menyampaikan bahwa dirinya tidak berwenang memberikan keterangan teknis. “Kalau soal teknis, silakan hubungi pihak kantor, Pak Behan,” ujarnya singkat.

Namun, setelah dihubungi melalui sambungan telepon, Pak Behan selaku perwakilan dari CV Amanah Putra Hasma hanya menyatakan akan memberikan keterangan resmi ketika berada di Kuningan. Sayangnya, hingga lebih dari empat hari kemudian, tidak ada tindak lanjut atau klarifikasi dari pihak yang bersangkutan.

Kondisi ini menimbulkan kekecewaan dari berbagai pihak yang berharap adanya transparansi dan keterbukaan informasi publik. Sejumlah kalangan juga meminta Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, untuk meninjau langsung ke lapangan dan menindak tegas pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penyimpangan proyek tersebut.

/Dodo