Journal Gamas

Label


lisensi

Red
Oktober 31, 2025, 18.45 WIB
Last Updated 2025-10-31T11:45:14Z
HeadlinePeristiwa

Evakuasi Besar di Puncak Ciremai, Tim Gabungan Turunkan Jenazah Misterius Tanpa Identitas

Advertisement

KUNINGAN - JOURNALGAMAS.COM,-
Tim gabungan dari unsur Polri, TNI, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), BPBD, LSM AKAR, PPGC Linggarjati, PPGC Linggasana, serta sejumlah relawan dikerahkan untuk melakukan evakuasi jenazah tanpa identitas yang ditemukan di kawasan puncak Gunung Ciremai, Kamis (30/10/2025).

Pelepasan tim dilakukan di Pos 1 Cibunar, jalur pendakian via Linggajati, dan dipimpin langsung oleh Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar. Jalur tersebut dikenal sebagai rute paling ekstrem karena kontur terjal serta kondisi cuaca yang cepat berubah di ketinggian.

Menurut Kapolsek Cilimus AKP Mohamad Faisal, operasi evakuasi ini merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi lintas instansi yang digelar sehari sebelumnya di Linggajati.

“Konsolidasi dilakukan untuk menyusun strategi dan teknis evakuasi mengingat medan yang berat serta faktor keselamatan tim di lapangan,” ujarnya.

Sebelumnya, petugas BTNGC melalui Tim SMART Patrol menemukan jasad laki-laki berusia sekitar 30 - 40 tahun di area Grid 11K - 12K, sekitar 200 meter dari puncak Linggajati, pada Rabu (29/10/2025) sore. Korban hanya mengenakan celana pendek, membawa sarung dan jas biru, serta diperkirakan telah meninggal lebih dari satu minggu.

“Penemuan terjadi saat tim melakukan patroli rutin. Kami mencium bau menyengat dan setelah diperiksa, ternyata ada jasad manusia,” ungkap Isna Farhanuddin, anggota Tim SMART Patrol BTNGC.

Sementara itu, Maman Mejik dari komunitas AKAR menyampaikan bahwa hingga kini tidak ada laporan pendaki hilang dari jalur Linggajati maupun Linggasana.

“Besar kemungkinan korban bukan pendaki resmi. Ciri-cirinya juga tidak menunjukkan sebagai pendaki biasa,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Sainin RA Taruna, Dewan Penasehat Kompepar Linggajati, yang menduga korban merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang tersesat dan meninggal akibat hipotermia.

“Dugaan awal mengarah ke ODGJ. Korban ditemukan dengan pakaian seadanya dan dalam kondisi membusuk,” jelasnya.

Sekitar 60 personel gabungan diterjunkan dalam operasi ini, terdiri atas 15 anggota Polres Kuningan, 7 personel BPBD, 10 anggota LSM AKAR, 10 anggota BTNGC, serta lebih dari 10 relawan independen.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, mengatakan proses evakuasi dilakukan secara estafet menuruni jalur Linggajati dengan waktu tempuh yang panjang.

“Tim bergerak hati-hati karena jalur licin dan berangin. Koordinasi antarpos kami pantau ketat,” katanya.

Jenazah dibawa turun melalui Pos Batu Lingga Bapa Tere Bingbing Pangasinan, dan diperkirakan tiba di pos bawah pada malam hari atau Sabtu dini hari. Setelah itu, jenazah akan dibawa ke RSUD 45 Kuningan untuk proses identifikasi lebih lanjut.

“Fokus utama kami memastikan evakuasi berjalan aman dan layak. Setelah tiba di bawah, baru proses identifikasi oleh pihak berwenang dilakukan,” tutup Indra.

Operasi ini menjadi salah satu evakuasi terbesar di Gunung Ciremai sepanjang tahun 2025, dengan keterlibatan lebih dari 80 personel lintas instansi. Hingga berita ini diturunkan, identitas korban masih belum diketahui.

/Moris